Tentunya siapa sih yang tidak tau Bali. Pulau yang penuh dengan keindahannya, banyak dipilih sebagai destinasi wisata yang harus dikunjungi. Karena Bali pun banyak menawarkan tempat-tempat wisata yang semuanya bagus dan pastinya ingin dikunjungi semuanya. Warga negara asing pun juga banyak lebih tahu hal tentang Bali daripada Indonesia. Karena Bali adalah sektor pariwisata nomor 1 di Indonesia. Tetapi di era globalisasi ini, dunia kerja akan semakin ketat. Karena itu, dibutuhkan banyak sumber daya manusia yang tangguh dan siap mengghadapi globalisasi. Apalagi dengan adanya berlakunya pasar bebas di ASEAN, maka munculah juga MEA atau masyarakat ekonomi asean.
Maka dari itu orang lokal Indonesia pun menjadi memiliki banyak pesaaing karena MEA bisa saja bekerja dimana saja. Dalam era globalisasi dan pasar bebas, maka yang diperlukan adalah sumber daya manusia yang andal dan menyiapkan tenaga sesuai kebutuhan pasar kerja Maka dari itu orang lokal Indonesia pun menjadi memiliki banyak pesaaing karena MEA bisa saja bekerja dimana saja. Adanya kejadian tersebut pun bisa membawa dampak positif dan negatif. dalam era globalisasi dan pasar bebas, maka yang diperlukan adalah sumber daya manusia yang andal dan menyiapkan tenaga sesuai kebutuhan pasar kerja
Kebudayaan adalah esensi kehidupan bangsa. Mengenal kebudayaan bangsa berarti mengenal aspirasinya dalam segala aspek kehidupannya sedangkan pariwisata adalah keseluruhan gerakan manusia yang melakukan perjalanan atau pesinggahan sementara dari tempat tinggalnya ke suatu atau beberapa tempat tujuan di luar lingkungan tempat tinggalnya yang didorong oleh beberapa keperluan atau motif tanpa bermaksud mencari nafkah tetap.Oleh karena itu masalah kebudayaan dan pariwisata menjadi sangat menarik, terutama dalam era globalisasi yang telah memasuki seluruh penjuru dunia dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan komunikasi. Bukan negara-negara yang berkembang dengan budaya etnisnya yang menonjol, tetapi juga negara-negara maju pun menghadapi tantangan-tantangan baru, meskipun integrasi nasional mereka sudah mantap.Mereka mencari jalan keluar untuk mengatasi ekses-ekses negatifnya. Gobalisasi merupakan gejala yang tidak dapat dihindarkan, tetapi sekaligus juga membuka kesempatan yang luas. Gejala ini mulai menonjol sejak awal abad ke-20 dan mengakibatkan banyak hilangnya keaslian watak dan kemandirian budaya bangsa-bangsa. Globalisasi disebabkan oleh kemajuan-kemajuan Iptek, terutama di bidang teknologi komunikasi yang membawa dunia saling berdekatan dan mudah berkomunikasi melalui berbagai media. Yang paling berpengaruh adalah perkembangan dari dunia pertelevisian.Bali sebagai bagian dari Indonesia, pulau yang kecil tapi amat terkenal di dunia, berkat kebudayaanya melalui komunikasi pariwisata, tak dapat menjauhkan diri dari arus globalisasi ini. Bahkan kelihatannya Bali makin intensif berhubungan dengan perkembangan dunia kepariwisataan yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi komunikasi itu sendiri. Masalahnya sekarang apa yang harus dilaksanakan untuk menghadapi tantangan di bidang kebudayaan dan pariwisata Bali sehubungan dengan terjadinya globalisasi tersebut?.Persoalan menyangkut kepariwisataan sampai kapanpun selalu menarik dibicarakan. Menarik, mengingat, disadari atau tidak, pariwisata akan hadir selamanya, selama manusia hadir dimuka bumi ini. Tak seorangpun penghuni planet bumi yang berjuluk manusia ini luput dari kegiatan yang namanya wisata, rilek atau santai. Kita sisadari atau tidak dalam hidup ini pasti pernah menjadi turis atau paling tidak menjadi pelancong. Dengan demikian berarti kegiatan wisata bukan semata monopoli orang kaya apalagi orang kulit putih atau kulit kuning. Sementara masyarakat masih menganggap bahwa pariwisata adalah semata-mata bisnis atau urusan mereka yang berkecimpung pada bidang pariwisata seperti hotel, biri perjalanan, restaurant atau atraksi wisata. Mereka lupa dengan hadirnya pariwisata pembangunan menjadi semakin pesat mengingat pariwisata mendatangkan pemasukan cukup besar kepada daerah maupun negara. Mereka lupa bahwa pariwisata memungkinkan adanya pembukaan lapangan pejkerjaan baru dalam jumlah yang cukup besar.
Bali mengembangkan Pariwisata Budaya, karena kebudayaan merupakan paling potensial bagi kehidupan masyarakatnya, berakar sangat mendalam dalam sejarahnya dan mempunyai peradaban tua dan ini dapat dikembalikan sejarahnya pada permulaan tahun masehi dan tersebar secara meluas, Modal dasar adalah kebudayaan berfungsi secara normatif dan operasional. Sebagai normatif peranan kebudayaan diharapkan mampu dan potensial dalam memberikan identitas, pegangan dasar, pola pengendalian, sehingga keseimbangan dan ketahana budaya juga diharapkan mampu menjadi daya tarik utama bagi peningkatan pariwisata. Ini memberi petunjuk betapa pentingnya peranan kebudayaan bagi pengembangan pariwisata. Jadi bukan berarti kebudayaan untuk pariwisata tetapi sebaliknya pariwisata untuk kebudayaan. Dan kebudayaan disini bukan hanya berfungsi untjk dinikmati, tetapi juga sebagai media untuk membawa saluing pengertian dan hormat menghormati.Daya tarik Bali adalah dengan kebudayaannya yang unik dan merakyat. Kehidupan kebudayaannya adalah menyatunya agama, kebudayaan, adat yang harmonis, cipta, rasa dan karsa sebagai unsur budi daya manusia menonjol mengambil bentuk keagamaan, estetika dan etika (seni budaya, solidaritas, gotong royong rasa kebersamaan). Pelaksanaan upacara-upacara keagamaan mewariskan potensi ketrampilan dalam seni budaya dan disiplin rohani tekun bekerja dan taat pada norma-norma kehidupan masyarakat.Bali telah mulai menginjak dunia kepariwisataan mulai tahun 1927 sampai sekarang dan telah menjadi pusat pariwisata yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 61% lebih tertarik pada kebudayaan dan 32,8% pada keindahan pemandangan alam flora dan fauna dan sisanya 5,37% pada hal-hal lain.Dalam peningkatan pariwisata, beberapa elemen kebudayaan dan peristiwa kebudayaan telah berperan antara lain :
- Sebagai sarana dan media promosi kepariwisataan baik yang langsung di dalam maupun di luar negeri.
- Sebagai atraksi yang mencakup pertunjukan kesenian, pameran kesenian, Khusu dengan hal ini pelaksanaan Pesta Kesenian Bali telah berlangsung 10 (sepuluh) tahun dan memberi arti dan nilai yang sangat mendalam.
- Sebagai obyek wisata dengan aneka ragam corak khas sebagai kepurbakalaan, obyek kesejahteraan pura, puri desa-desa kuno, museum (etnografi, subak, yadnya, lukisan dan lain-lainnya).
Dalam wujud yang lebih abstrak,
suatu sistem nilai dari kebudayaan dapat dipakai sebagai pola penataan ruang
taman atau model suatu bentuk management.Melalui aspek kebudayaan fisik, aspek
kebudayaan prilaku dan kebudayaan ideal, simbol dan makna kebudayaan dapat
terkomunikasikan kepada pariwisata dan dapat menmberi citra yang mendalam
sebagai daya tarik saling menumbuhkan pengertian akan kehidupan kebudayaan
suatu bangsa. Juga melalui industri kerajinan sebagai tanda mata, berbagai
motif/desain kerajinan dan kreativitas di bidang kerajinan pada masyarakat Bali pada
dasarnya bersumber dan mendapat inspirasi dari kebudayaan. Akhir-akhir ini
perkembangan kreativitas dari masyarakat yang meningkat dalam berbagai bentuk
kerajinan maka nama Bali sebagai daerah pariwisata lebih meningkat
lagi.Kelihatan potensi budaya Bali dalam menghadapi perkembangan
kebutuhan akan berbagai kerajinan seni makin meningkat dan sumber budayanya
sebagai tak pernah kering. Landasan budaya dalam kehidupan masyarakat yang
sosial religius di Bali tetap mantap sehingga kontak-kontak
kebudayaan dan pariwisata pada saling menunjang dalam peningkatannya dan dalam
pembinaannya. Demikian juga telah mampu meningkatkan kreativitas serta
memperkaya diri sebagai hasil dari adopsi, adaptasi yang selektif dan kreatif.
Keadaan ini terutama ditunjang oleh pengembangan pariwisata didukung oleh
kebijaksanaan pemerintah dan juga oleh masyarakat serta disamping berhasil
meningkatkan kreativitas pendapatan masyarakat, juga meningkatkan
kreativitasnya dan dorongan bermunculan industri – industri rakyat.Dinamika
budaya mampu mengembangkan dirinya sehingga modernitas dan tradisi menyatu
dalam tiap tahap memberi stabilitas yang mantap dan juga meningkatkan
kepercayaan pada diri sendiri serta membuatnya gairah.Dengan demikian
kebudayaan akan terus berkembang sbagai akibat kemajuan-kemajuan masyarakat itu
sendiri, menuju masyarakat yang modern, tanpa kehilangan dirinya (berkelanjutan
dalam perobahan). Pengembangan kebudayaan memang dibutuhkan oleh masyarakat
sedangakan pariwisata memberi dukungan terhadap pengembangan kebudayaan dan
mendorong munculnya kreativitas pada masyarakat Bali. Munculnya
kreativitas telah mendorong pengembangan kebudayaan. Pengembangan kebudayaan
melalui penggalian-penggalian kebudayaan itu sendiri menimbulkan pemahaman dan
kesadaran akan kebudayaan menumbuhkan keyakinan akan kemampuan diri sendiri dan
sadar berbudaya.Pola kehidupan yang menyatu (integrated) yaitu keagamaan, seni
budaya adat maka harus ke arah komersialisasi akan kecil dan selalu akan dapat
diatasi sendiri. Dan dalam perkembangan seni tampak jelas adanya dua arah dan
dua pola secara bersama-sama yaitu pola kesinian untuk pariwisata dan pola
kesenian untuk kehidupan masyarakat dan ini lebih besar perkembangannya. Dalam
kehidupan masyarakat Baliseni tidak dapat dipisah-pisahkan dan merupakan bagian
dari hidupnya dan perlu terus mendapat pembinaan. Pembinaan diarahkan di mana
masyarakat swadiri agar mampu mendukung kehidupan senimannya secara material.
Bila ini sudah dapat dicapai maka kedudukan sosial budaya masyarakat akan makin
kuat dalam menghadapi globalisasi.Dinamika kehidupan kebudayaan yang bersifat
progressif, kemudian diantisipasi secara positif oleh kebijaksanaan pemerintah
daerah yang menyelenggarakan Pesta Kesenian Bali secara kontinue setiap tahun
sejak tahun 1979. Dalam Pesta Kesenian yang tiap tahun berlangsung selama satu
bulan itu berbagai produk kebudayaan dipamerkan berbagai aktifitas kebudayaan
diragakan dan berbagai kreativitas dilombakan. Pelaksanaan Pesta Kesenian Bali
yang berlangsung di tengah-tengah arus meningkatnya tahun telah memberikan
makna pada kehidupan kebudayaan sendiri baik keluar maupun ke dalam. Tujuan
utamanya ialah menggali semua potensi traidis seni budaya untuk dikembangkan
agar dapat memenuhi stabilitas pada tiap-tiap perkembangaanya.
Dalam beberapa hal telah mencapai tujuannya. Pertama semua masyarakat telah
mengenal kekayaan seni budayanya sendiri yang tiap-tiap tahun dipamerkan
melalui prosesi, pergelaran dan pameran-pameran. Pariwisata dapat menyaksikan
pertunjukan-pertunjukan seni yang bermutu pada waktu pesta seni berlangsung.
Yang jarang mereka akan dapat melihatnya dalam kesempatan biasa dan demikian
juga merupakan media komunikasi melalui seni yang sangat berharga. Dan
masyarakat sendiri mendapat kesempatan menyaksikan seninya sebagaimana yang
dikehendaki, isinya, ceritanya dan sebagainya, bahkan dalam bentuk yang cukup
memberi rasa kebanggaan pada mereka. Masyarakat dapat melihat keberadaan
seninya sendiri dalam dunia yang makin terbuka dan makin lebar.Dalam
hubungannya dengan Pariwisata dapat dikatakan bahwa antara pariwisata dan
kebudayaan telah berkembang satu pola interaksi yang bersifat dinamik dan
dinamika itu ternyata tidak hanya bergerak secara horisontal tetapi juga
vertikal, dalam arti kebudayaan mampu meningkatkan Pariwisata dan Pariwisata
mampu meningkatkan Kebudayaan serta dalam dinamika vertikal dalam kebudayaan
secara jelas kentara potensi kebudayaan Bali dalam wujud yang luwes, adaptatif
dan kreatif tanpa kehilangan identitasnya sendiri
Sebagai pusat pariwisata yang membuat kebudayaan Bali harus selalu mengalami pertemuan-pertemuan dengan berbagai kebudayaan, maka pembinaan kebudayaan lokal harus dilakukan secara terus menerus. Yang lebih penting, jangan sampai ada gejala masyarakat Bali diasingkan dari lingkungan kebudayaannya sendiri. Karena hal ini akan dapat membawa akibat buruk , seperti misalnya terjadi erosi kebudayaan yang dipaksa oleh kemiskinan penduduknya.Tiap-tiap program pembangunan hendaknya selalu berkaitan dengan potensi dasar yang dimiliki oleh masyarakat Bali, yakni kebudayaan yang bernapaskan agama Hindu. Dan mengembangkan dinamika masyarakat daerah ini sangat efektif kalau dilakukan lewat lembaga-lembaga tradisional, sehingga mereka mampu dengan cepat menyesuaikan nilai-nilai baru yang hendak dikambangkan dalam menyongsong era globalisasi.




