Sebelum mengetahui lebih dalam apa saja dampak-dampak dari revolusi industri 4.0 pada industri pariwisata, mari kita cari tau dulu apa sih itu revolusi industri 4.0. Jadi revolusi industri 4.0 itu sendiri artinya perubahan hubungan antar manusia yang mengalami perubahan sangat cepat dengan kehadirannya teknologi. Perkembangan teknologi yang mampu merubah pola hubungan antara manusia disegala aspek kehidupan bermasyarakat baik dari aspek sosial, ekonomi, hukum, politik dan budaya serta keamanan. Perubahan dari sentuhan kulit menjadi sentuhan layar. Sebuah perubahan yang mau tidak mau harus kita sikapi dengan arif dan bijaksana agar menghasilkan output yang positif. Atmosfir yang meniscayakan adanya perubahan mindset, cara kerja, dan pola membangun hubungan yang harmonis antar kelompok masyarakat maupun organisasi.

Itu yang namanya revolusi industri 4.0 beserta fase-fasenya. Karena kita sudah memahami apa itu revolusi 4.0, langsung saja kita membahas dampak-dampaknya dalam industri pariwisata. Karena adanya revolusi industri 4.0, maka munculah yang namanya Era Creative atau Cultural Industry yang tidak dapat bisa dihindarkan karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata
Dengan yang namanya teknologi, maka tidak jauh lah hubungannya dengan milenials. Diinformasikan oleh Menteri Pariwisata Indonesia saat ini, bahwa 70% milenials sudah menikmati manfaat era digital. Para milenials bisa melihat destinasi, memesan dan membayar hanya dengan satu aplikasi di smartphone mereka masing-masing dengan cepat, murah, dan mudah pula.

Pariwisata Indonesia juga terpaksa melakukan program Go-Digital dalam upaya memenangkan pasar di era revolusi industri 4.0 ini. Penerapan teknologi 4.0 akan mengubah secara mendasar wajah berbagai industri, termasuk pariwisata. Berbagai kemajuan teknologi 4.0 memungkinkan terwujudnya berbagai aplikasi yang mampu memperkaya traveller experience di satu sisi, dan secara drastis mendongkrak produktivitas industri pariwisata di sisi lain. Contohnya seperti, di bandara dimungkinkan adanya robotic airport guide/helper yang membantu para travellers melakukan proses check-in dan boarding. Lalu juga ada layanan on-demand service untuk jasa transportasi yang sangat praktis dan efisien. Di hotel bisa dikembangkan layanan e-concierge, m-payment, atau personal assistant dengan memanfaatkan teknologi augmented reality (AR).

Sementara di destinasi wisata, seluruh informasi destinasi tidak lagi melalui brosur atau penjelasan para guide tetapi sudah memanfaatkan teknologi virtual reality via smartphone di tangan.
Singkatnya, revolusi industri 4.0 ini bakal mengubah dan mendisrupsi industri pariwisata secara mendasar karena terwujudnya cost value , experience value , dan platform value yang bakal dinikmati para travellers.
Tidak hanya di Indonesia, di negara lain di Eropa, seperti Spanyol merupakan negara yang paling maju dalam menerapkan Tourism 4.0 ini. Spanyol adalah salah satu negara termaju dalam urusan mendatangkan wisatawan mancanegara. Tahun 2017 lalu Spanyol menduduki urutan kedua dengan jumlah wisman mencapai 82 juta. Kontribusi sektor pariwisata Spanyol mencapai 15% GDP, menyerap 15% tenaga kerja yang mencapai lebih dari 2,8 juta. Karena itu Spanyol sangat serius membenahi sektor pariwisatanya dengan menempatkan teknologi 4.0 sebagai sumber competitive advantages.

Dari yang sudah kita ketahui diatas, banyak pengaruh positif dari revolusi industri 4.0 terhadap industri pariwisata di Indonesia maupun di negara lainnya. Di Indonesia sendiri dampak-dampak nyata yang sangat jelas adalah betapa mudahnya dalam membooking tiket pesawat, melihat destinasi wisata yang ingin dituju hanya melalui dari media sosial saja, memesan dan membayar hanya lewat satu smartphone saja, dan masih banyak lagi. Selain hal diatas, pemerintah dapat bisa menemukan cara untuk menaikan persentase pangsa pasar dalam bidang pariwisata. Hal itu tentunya sangat bagus secara Indonesia memilik potensi yang sangat besar dan tidak ada habis-habisnya dalam bidang pariwisata. Selain hal itu juga, para milenials menjadi semaking semangat dalam berpergian dan travelling karena kemudahan yang diberikan dari revolusi industri 4.0.

Tetapi, dengan kemudahan yang sudah diberikan ini masih saja banyak orang yang menggunakan sistem lama. Dan pelaku bisnis di bidang tersebut juga harus di edukasi agar bisa menggunakan sistem yang lebih modern dan tentunya lebih simple juga.